
Nastar sering retak? Kenali 3 kesalahan utama penyebab nastar pecah dan temukan solusi praktis agar hasil kue lebih mulus dan cantik.
Kenapa Nastar Bisa Retak Saat Dipanggang?
Nastar yang retak bukan hanya mengurangi tampilan, tapi juga bisa menurunkan nilai jual produk. Masalah ini sering terjadi karena kesalahan teknis sederhana yang sebenarnya bisa dihindari. Berikut 3 penyebab utama nastar retak dan solusinya.
1. Kulit Nastar Terlalu Tipis
Kulit nastar yang terlalu tipis tidak mampu menahan tekanan dari isian saat proses pemanggangan, sehingga mudah pecah.
Untuk itu, gunakan ketebalan kulit yang cukup dan adonan yang lentur. Untuk hasil konsisten, gunakan Bakerzmix Golden Nastar yang sudah diformulasikan agar mudah dibentuk dan tidak mudah retak.
2. Suhu Oven Terlalu Tinggi
Suhu oven yang terlalu panas membuat permukaan nastar mengembang terlalu cepat sementara bagian dalam belum matang, sehingga muncul retakan.
Sebaiknya panggang nastar di suhu stabil sekitar 140–150°C dan gunakan oven yang sudah dipanaskan terlebih dahulu.
3. Kadar Air Isian Terlalu Tinggi
Isian nastar yang terlalu lembek akan menguap saat dipanggang dan mendorong kulit hingga pecah.
Maka dari itu, gunakan isian dengan tekstur padat dan stabil seperti Bakerzmix Filling Nastar agar nastar tetap mulus dan cantik.
Nastar retak bisa dicegah dengan:
- Ketebalan kulit yang pas
- Suhu oven yang stabil
- Isian nastar dengan kadar air rendah
Agar lebih mudah lagi, gunakan Bakerzmix Golden Nastar & Filling Nastar, untuk menghasilkan nastar yang lebih rapi, cantik, dan siap jual.
Tonton video penjelasannya di sini.
